Analisis

Peningkatan Mutu Perguruan Tinggi di Aceh

Oleh: Syamsul Rizal [Dosen USK Banda Aceh dan Pengurus MPA]

Seperti yang tercantum dalam web resmi Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau disingkat SNMPTN (https://web.snmptn.ac.id/ptn), saat ini Provinsi Aceh memiliki 6 perguruan tinggi negeri (PTN), yaitu:

  1. Universitas Syiah Kuala
  2. Universitas Islam Negeri Ar-Raniry
  3. Universitas Malikussaleh
  4. Universitas Samudra
  5. Universitas Teuku Umar
  6. Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI), Aceh, di Aceh Besar.

Data ini bertambah lagi kalau sejumlah perguruan tinggi swasta (PTS) ikut disertakan. Isu yang harus jadi pertimbangan kita terkait dengan perguruan tinggi di Aceh adalah masalah mutu atau kualitas perguruan tinggi, baik PTN dan PTS.

Kemenristekdikti pada tahun 2019 yang lalu dalam siaran persnya: Siaran Pers
Nomor: 147/SP/ HM/BKKP/VIII/2019, telah membuat klaster di Indonesia. Tujuannya, menurut Menristekdikti waktu itu, Mohamad Nasir, untuk memetakan dan meningkatkan mutu PT di Indonesia.

Dalam siaran pers itu, Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), satu-satunya yang masuk dalam ranking 100 besar, tepatnya di urutan ke-23 dan masuk dalam klaster 2. Berikut adalah daftar PTN yang masuk 25 besar yang diumumkan oleh Siaran Pers tersebut:

1.Institut Teknologi Bandung (skor 3.671 – klaster 1)
2.Universitas Gadjah Mada (skor 3.594 – klaster 1)
3.Institut Pertanian Bogor (skor 3.577 – klaster 1)
4.Institut Teknologi Sepuluh Nopember (skor 3.462 – klaster 1)
5.Universitas Indonesia (skor 3.401 – klaster 1)
6.Universitas Diponegoro (skor 3.207 – klaster 1)
7.Universitas Airlangga (skor 3.056 – klaster 1)
8.Universitas Hasanuddin (skor 3.036 – klaster 1)
9.Universitas Brawijaya (skor 2.948 – klaster 1)
10.Universitas Padjadjaran (skor 2.906 – klaster 1)
11.Universitas Andalas (skor 2.795 – klaster 1)
12.Universitas Sebelas Maret (skor 2.711 – klaster 1)
13.Universitas Sumatera Utara (skor 2.695 – klaster 1)
14.Universitas Telkom (klaster 2)
15.Universitas Pendidikan Indonesia (klaster 2)
16.Universitas Negeri Yogyakarta (klaster 2)
17.Universitas Islam Indonesia (klaster 2)
18.Universitas Negeri Semarang (klaster 2)
19.Universitas Negeri Malang (klaster 2)
20.Universitas Bina Nusantara (klaster 2)
21.Universitas Jember (klaster 2)
22.Universitas Negeri Surabaya (klaster 2)
23.Universitas Syiah Kuala (klaster 2)
24. Universitas Riau (klaster 2)
25.Universitas Negeri Padang (klaster 2)

Dari peringkat tersebut ada beberapa PTS yang berhasil mengalahkan Unsyiah, yaitu Universitas Telkom (14), Universitas Islam Indonesia (17), dan Universitas Bina Nusantara (20). Di Sumatera kita juga kalah dari Universitas Andalas (11), dan Universitas Sumatera Utara (13).

Mengingat Provinsi Aceh mempunyai keistimewaan dalam bidang pendidikan, masalah peringkat ini tentu saja menjadi masalah. Karena masalah peringkat ini, tentu saja mempunyai kaitan erat dengan mutu PT kita.

Bagaimana cara meningkatkan mutu PT, khususnya di Aceh? Untuk menjawab pertanyaan ini, ada pertanyaan lain yang perlu dijawab. Apa yang menyebabkan sebuah PT menjadi bermutu, dan PT yang lain menjadi kurang bermutu atau bahkan ada PT yang tidak bermutu? Rizal (2018) menyebutkan bahwa “sebuah PTN menjadi kuat karena dua hal. Pertama, PTN menjadi kuat karena mempunyai dosen dan staf administrasi yang hebat. Kedua, PTN menjadi kuat karena mahasiswa baru yang masuk mempunyai kualitas yang tinggi”.

Oleh sebab itu, Provinsi Aceh dalam rangka meningkatkan mutu PT, harus serius mempertimbangkan 3 hal berikut:

  1. Kualitas staf pengajar yang hebat
  2. Kualitas mahasiswa yang masuk yang berkualitas tinggi
  3. Infrastruktur dan peralatan laboratorium yang bermutu. Baik lab untuk proses belajar mengajar (PBM) maupun untuk lab penelitian.

Diantara ke-3 hal tersebut di atas, yang wajib menjadi perhatian kita bersama adalah nomor 1 dan 2. Sedangkan, yang nomor 3, relatif agak sulit karena biayanya mahal, dan pengelolaan lab, harus seiring dengan kualitas dosen. Tidak mungkin lab yang hebat, tidak ditopang oleh dosen yang berkualitas pula. Oleh sebab itu, pertimbangan ini hanya terkait peningkatan kualitas pengajar dan kualitas mahasiswa yang masuk.

Kualitas staf pengajar
Saat yang paling penting, bagi sebuah PT adalah saat perekrutan staf pengajar. PT yang sukses merekrut staf pengajar, akan berpotensi menjadi PT yang sukses menjalankan proses akademik di PT. Begitu juga sebaliknya, PT yang gagal merekrut staf pengajar dengan baik, berpotensi gagal menjadi PT yang baik.

Berdasarkan pengalaman selama ini mengunjungi beberapa PT di Indonesia, beberapa PT, khususnya PTS merekrut staf pengajarnya dengan sangat serius. Hanya calon staf pengajar yang bergelar Doktor saja yang direkrut oleh PTS-PTS ini. Oleh sebab itu prestasi akademik PTS-PTS ini sangat melonjak.

Sedangkan PTN-PTN masih agak kurang fleksibel dalam mengangkat staf pengajar baru. Sehingga dalam beberapa hal, PTS di beberapa daerah bahkan sudah mulai mengungguli beberapa PTN. Hal ini hendaknya menjadi pembelajaran bagi PTS-PTS dan PTN-PTN yang ada di Aceh. PTS yang ada di Aceh hendaknya perlu belajar banyak dari PTS-PTS maju lainnya di luar Aceh. Langkah awal yang perlu dilakukan adalah mengangkat calon staf pengajar dengan sangat serius. Apabila memungkinkan PTS di Aceh hendaknya mengangkat seorang Doktor sebagai salah satu syarat pengangkatan dosen baru.

Bagaimana peran Pemerintah Provinsi Aceh? Untuk sementara ini yang dapat dilakukan Pemerintah Provinsi Aceh adalah mendukung PT yang ada di Aceh. Selama ini, seperti yang kita ketahui bersama, Pemerintah Aceh telah memberi beasiswa kepada sejumlah mahasiswa untuk belajar lebih lanjut mengambil gelar S2 dan S3 di berbagai negara di luar negeri, khususnya ke Jerman.

Karena program beasiswa ini sudah berlangsung lama, perlu didata kembali semua penerima beasiswa ini. Kalau mereka belum jelas pekerjaannya atau masih punya waktu untuk mengajar, hendaknya para penerima beasiswa ini diberdayakan untuk mengajar di berbagai PT di Aceh yang sesuai bidang ilmu mereka. Dengan kepakaran mereka, diharapkan mereka bisa mendongkrak mutu PT di Aceh.

Di samping itu, banyak anak-anak muda yang lulus Doktor di usia muda sekarang ini. Ini terjadi sebagai akibat adanya beasiswa pemerintah RI melalui Pendidikan Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) atau Program Riset Unggulan Universitas Syiah Kuala Percepatan Doktor (PRUU-PD).  Sangat diharapkan, bahwa anak-anak muda yang bergelar Doktor ini dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh Pemerintah Aceh untuk meningkatkan mutu PT di Aceh.

Kualitas mahasiswa yang masuk
Hal yang penting juga adalah bagaimana meningkatkan kualitas mahasiswa yang masuk. Hal ini, hanya bisa dilakukan apabila kualitas lulusan pendidikan dasar dan menengah di Provinsi Aceh ditingkatkan.  Rizal (2016) menyebutkan bahwa masa depan Indonesia pada tahun 2045 sangat mengkhawatirkan. Dari mahasiswa yang baru masuk yang diujinya, hanya sedikit yang mempunyai kompetensi untuk lulus SD dan SMP dalam mata pelajaran Matematika. Dengan kualitas mahasiswa baru yang seperti ini, sulit mengharapkan kualitas PT kita juga akan meningkat.

Pada level pendidikan dasar dan menengah ini, Provinsi Aceh harus serius. Hal ini disebabkan dua hal. Pertama, dengan meningkatnya kualitas pendidikan dasar dan menengah, kualitas mahasiswa yang masuk ke PTN dan PTS di Aceh akan meningkat. Kedua, dengan meningkatnya kualitas pendidikan dasar dan menengah, maka daya saing siswa kita juga akan meningkat untuk bersaing di level nasional.

Kepustakaan
1. https://web.snmptn.ac.id/ptn diakses pada tanggal 30 Juli 2020.
2. https://www.ristekbrin.go.id/kabar/menristekdikti-umumkan-klasterisasi-perguruan-tinggi-indonesia-2019-fokuskan-hasil-dari-perguruan-tinggi/ diakses tanggal 30 Juli 2020.
3. Rizal, S. (2018). Kebijakan Pendidikan Tinggi, Kompas, 28 September 2018. 4. Rizal, S. (2016). Masa Depan Indonesia 2045, Kompas, 21 September 2016.

Sumber: Buku Pendidikan Aceh: Dinamika & Harapan. Majelis Pendidikan Aceh-Palee Media Prima, Yogyakarta, 2020..

Admin

Majelis Pendidikan Aceh (MPA) badan pemberi pertimbangan kepada Pemerintah Provinsi mengenai pendidikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button